Tampilkan postingan dengan label misteri luar angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri luar angkasa. Tampilkan semua postingan
Ini Dia Rahasia Menyeramkan Lubang Hitam
13end | Kamis, Mei 03, 2012 |
misteri luar angkasa

Lubang hitam memiliki ukuran yang sangat luar biasa besarnya saja miliaran kali besar matahari semua benda yang berada di dekatnya maka akan di sedot kedalam lubang hitam kini besarnya semakin mengkhawatirkan sudah banyak benda yang di hisapnya sehinga ukuranya semangkin tambah besar.
Para peneliti dari University of Leicester di Inggris dan Monash University di Australia mengungkapakan hasil temuanya lubang hitam bisa tumbuh sangat besar dalam waktu sangat cepat.Lubang hitam tumbuh dengan menghisap gas yang membentuk sebuah disk di sekitar lubang dan spiral dalam dan baiasanya lubang hitam tidak bisa dengan cepat tumbuh kini dengan adanya tabrakan antara benda lubang hitam kini tumbuh dengan cepat dan bisa saja sebsar alam semsta dan menyedot apa aja."Lubang hitam tumbuh sangat cepat setelah peristiwa Big Bang," katanya. Lubang hitam tumbuh dengan menyedot gas yang ada di semesta."Perhitungan kami menunjukkan, lubang hitam bisa tumbuh seribu kali lebih cepat ketika menghisap gas," kata Chris Nixon dari Leicester.Setiap galaksi memiliki lubang hitam seperti Galaksi Bima Sakti yang memiliki lubang hitam dengan berat miliaran kali berat dari matahari"Hampir tiap galaksi memiliki lubang hitam di pusatnya," kata peneliti Leicester, Andrew King seperti dikutip UPI.Yang menjadi ketakutan saat ini adalah dengan pertumbuhan besar lubang hitam yang sangat cepat maka lubang hitam ini bisa saja menghisap semua yang ada di galaksi bima sakti salah satunya bumi bisa saja terisap di dalamnya.
Foto-foto Permukaan Planet Mars yang Unik
13end | Jumat, April 27, 2012 |
misteri luar angkasa
Mars adalah salah satu planet di tata surya kita yang hampir serupa dengan bumi.
Permukaan mars yang tediri dari bukit-bukit dan lembah-lembah yang curam sampai sekarang diindikasi pernah ada air diplanet itu.
Bahkan menurut penelitian sebuah foto terakhir di katakan bahwa di mars pernah di tumbuhi pohon!
Foto selengkapnya :










READ MORE
Permukaan mars yang tediri dari bukit-bukit dan lembah-lembah yang curam sampai sekarang diindikasi pernah ada air diplanet itu.
Bahkan menurut penelitian sebuah foto terakhir di katakan bahwa di mars pernah di tumbuhi pohon!
Foto selengkapnya :
Lowongan: Ada yang Mau Kerja di Luar Angkasa?
13end | Jumat, April 27, 2012 |
misteri luar angkasa
Asteroid 2011 AG5 berpotensi menabrak bumi 2 Februari 2040. Prediksi para astronom mengartikan kemungkinan kiamat (atau "Armageddon" - sesuai filmnya) bakal terjadi kalau memang jadi kenyataan.
Asteroid pernah memicu ledakan setara 1.000 kali bom atom Hiroshima di Tunguska. Bahkan, memusnahkan spesies Dinosaurus saat jatuh 65 juta tahun lalu di Semenanjung Yucatan.
Apakah ancaman kiamat ini membuat kita khawatir? Mungkin. Tapi tidak bagi para perusahaan Planetary Resources.
Perusahaan yang didirikan tahun 2010 itu mengumumkan rencana menambang logam platinum dan juga air di asteroid dekat Bumi. Hebatnya lagi, kini mereka membuka lowongan kerja.
"Salah satu alasan mengapa kami memutuskan mengumumkan rencana besar ini, karena kami sedang agresif mencari insinyur-insinyur terbaik di dunia untuk melengkapi tim kami," kata salah satu pendiri dan pimpinan Planetary Resources, Peter Diamandis, seperti dimuat situs sains, Space.com. "Sulit untuk mencari yang terbaik secara diam-diam."
Lebih jelasnya, Planetary Resources sedang mencari para insinyur yang membantu mendesain dan membangun robot penambang asteroid. Para pegawai tersebut diharap bisa mengubah konsep pertambangan asteroid yang selama ini dianggap fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Saat ini, perusahaan itu telah mempekerjakan sekitar dua lusin insinyur. Diamandis berharap, meski lowongan dibuka, profil pegawai tak terlalu gemuk agar efisien. "Kami mempekerjakan orang yang terbaik di antara yang terbaik."
Saat ini saja, setelah rencana besar perusahaan itu diumumkan lewat media, ribuan orang mengontak Planetary Resources. Termasuk relawan yang tak terhitung jumlahnya, yang menawarkan bantuan untuk mewujudkan eksplorasi luar angkasa.
Mimpinya ...
Planetary Resources bukan perusahaan abal-abal. Ia didukung sumber daya, dana, dan reputasi hebat para tokohnya. Dua pendirinya, Diamandis dan Eric Anderson, adalah pioner dalam industri penerbangan komersial ke luar angkasa. Di antara para investornya adalah pendiri Google, Larry Page dan Eric Schmid.
Sementara, sutradara James Cameron, mantan astronot NASA Tom Jones, dan ilmuwan planet dari kampus mentereng MIT Sara Seager duduk di jajaran penasehat.
Ada dua hal yang diincar Planetary Resources: platinum dan air. Platinum adalah kelompok logam yang terdiri dari ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, dan platinum, yang hanya ditemukan dalam konsentrasi rendah di Bumi.
Jika ketersediaan logam ini melimpah, niscaya ongkos untuk memproduksi hampir semua barang termasuk piranti elektronik defibrillator, perangkat selular, TV, komputer, monitor, dan katalis akan berkurang.
Sementara, air diproyeksikan akan diperdagangkan di luar angkasa. Air akan membantu para astronot tetap terhidrasi, juga membantu untuk bercocok tanam di luar angkasa. Lebih jauh lagi, air akan digunakan sebagai perisai radiasi pada pesawat luar angkasa. Juga bisa dipecah menjadi unsurnya, oksigen dan hidrogen sebagai komponen bahan bakar utama roket.
Planetary Resources berharap tambang air di asteroid menjadi tonggak dari cita-cita mewujudkan 'pompa bensin' yang menyediakan bahan bakar bagi roket. Untuk kendaraan luar angkasa rute Bumi-Mars, misalnya.
Tujuan perusahaan itu, selain mencari keuntungan dengan penjualan material berharga, juga bertujuan meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi angkasa luar, dengan sumber dayanya, memposisikan diri sebagai 'industri jangkar' untuk membantu menyebarkan spesies manusia ke seantero tata surya
Sumber:
teknologi.vivanews.com
READ MORE
Asteroid pernah memicu ledakan setara 1.000 kali bom atom Hiroshima di Tunguska. Bahkan, memusnahkan spesies Dinosaurus saat jatuh 65 juta tahun lalu di Semenanjung Yucatan.
Apakah ancaman kiamat ini membuat kita khawatir? Mungkin. Tapi tidak bagi para perusahaan Planetary Resources.
Perusahaan yang didirikan tahun 2010 itu mengumumkan rencana menambang logam platinum dan juga air di asteroid dekat Bumi. Hebatnya lagi, kini mereka membuka lowongan kerja.
"Salah satu alasan mengapa kami memutuskan mengumumkan rencana besar ini, karena kami sedang agresif mencari insinyur-insinyur terbaik di dunia untuk melengkapi tim kami," kata salah satu pendiri dan pimpinan Planetary Resources, Peter Diamandis, seperti dimuat situs sains, Space.com. "Sulit untuk mencari yang terbaik secara diam-diam."
Lebih jelasnya, Planetary Resources sedang mencari para insinyur yang membantu mendesain dan membangun robot penambang asteroid. Para pegawai tersebut diharap bisa mengubah konsep pertambangan asteroid yang selama ini dianggap fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Saat ini, perusahaan itu telah mempekerjakan sekitar dua lusin insinyur. Diamandis berharap, meski lowongan dibuka, profil pegawai tak terlalu gemuk agar efisien. "Kami mempekerjakan orang yang terbaik di antara yang terbaik."
Saat ini saja, setelah rencana besar perusahaan itu diumumkan lewat media, ribuan orang mengontak Planetary Resources. Termasuk relawan yang tak terhitung jumlahnya, yang menawarkan bantuan untuk mewujudkan eksplorasi luar angkasa.
Mimpinya ...
Planetary Resources bukan perusahaan abal-abal. Ia didukung sumber daya, dana, dan reputasi hebat para tokohnya. Dua pendirinya, Diamandis dan Eric Anderson, adalah pioner dalam industri penerbangan komersial ke luar angkasa. Di antara para investornya adalah pendiri Google, Larry Page dan Eric Schmid.
Sementara, sutradara James Cameron, mantan astronot NASA Tom Jones, dan ilmuwan planet dari kampus mentereng MIT Sara Seager duduk di jajaran penasehat.
Ada dua hal yang diincar Planetary Resources: platinum dan air. Platinum adalah kelompok logam yang terdiri dari ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, dan platinum, yang hanya ditemukan dalam konsentrasi rendah di Bumi.
Jika ketersediaan logam ini melimpah, niscaya ongkos untuk memproduksi hampir semua barang termasuk piranti elektronik defibrillator, perangkat selular, TV, komputer, monitor, dan katalis akan berkurang.
Sementara, air diproyeksikan akan diperdagangkan di luar angkasa. Air akan membantu para astronot tetap terhidrasi, juga membantu untuk bercocok tanam di luar angkasa. Lebih jauh lagi, air akan digunakan sebagai perisai radiasi pada pesawat luar angkasa. Juga bisa dipecah menjadi unsurnya, oksigen dan hidrogen sebagai komponen bahan bakar utama roket.
Planetary Resources berharap tambang air di asteroid menjadi tonggak dari cita-cita mewujudkan 'pompa bensin' yang menyediakan bahan bakar bagi roket. Untuk kendaraan luar angkasa rute Bumi-Mars, misalnya.
Tujuan perusahaan itu, selain mencari keuntungan dengan penjualan material berharga, juga bertujuan meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi angkasa luar, dengan sumber dayanya, memposisikan diri sebagai 'industri jangkar' untuk membantu menyebarkan spesies manusia ke seantero tata surya
Sumber:
teknologi.vivanews.com
Tornado Besarnya 5 Kali Bumi !!!
13end | Jumat, April 27, 2012 |
misteri luar angkasa
Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini.
Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.
Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.
Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari.
READ MORE
Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.
Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.
Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari.
Apakah Mahluk Planet Lain Sungguh Ada?
13end | Sabtu, April 21, 2012 |
misteri luar angkasa
Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui 'kecerdasan' di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.
Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:
Seratus Juta Galaksi
Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya
Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.
Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.
Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.
Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.
Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk
Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah mereka ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.
Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.
Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.
Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat mereka. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing yang ada.
READ MORE
Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:
Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya
Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.
Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.
Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.
Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.
Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah mereka ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.
Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.
Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.
Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat mereka. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing yang ada.
Ditemukan Bintang Terdingin Lebih Dingin dari Api
13end | Sabtu, April 21, 2012 |
misteri luar angkasa
Para astronom menemukan 14 bintang terdingin yang masuk dalam kelompok Katai Coklat, benda angkasa yang juga disebut bintang gagal, sebab punya massa terlampau kecil untuk bisa mendukung reaksi fusi sehingga tidak bisa bersinar miliaran tahun layaknya Matahari.
Kini, dengan peralatan yang sama, yakni Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA, astronom berhasil menemukan bintang yang lebih dingin dari sebelumnya, disebut WISE 1828+2650.
Saking dinginnya bintang ini, kalau mau, kita bisa menyentuhnya tanpa takut luka bakar seperti kalau terbakar api.
WISE 1828+2650 ditemukan dalam pengamatan yang berlangsung Januari 2010 - Februari 2011. Lebih spesifik, katai coklat tersebut termasuk dalam famili katai Y. Temperatur atmosfer katai coklat ini lebih dingin dari temperatur ruangan Bumi, yang berarti kurang dari 25 derajat Celsius.
"Katai coklat yang ditemukan lewat penelitian ini lebih mirip dengan suhu oven Anda," kata Davy Kirkpatrick, salah satu ilmuwan yang bekerja dengan WISE di Infrared Processing and Analysis Center di California Institute of Technology, Pasadena, Amerika Serikat.
Penemuan katai coklat ini akan sangat membantu para astronom mempelajari bagaimana bintang terbentuk dan atmosfer di planet di luar Tata Surya. Atmosfer katai coklat menyerupai Jupiter namun lebih mudah dipelajari karena terdapat sendirian di antariksa, terpisah dari bintang induknya.
Bersama penemuan bintang terdingin ini, ilmuwan juga mengatakan bahwa ada 99 katai coklat lain yang ditemukan. Penemuan katai coklat secara keseluruhan dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series. Sementara penemuan Katai Y dipublikasikan di Astrophysical Journal baru-baru ini.
Hal yang menarik dari penemuan ini bukan hanya adanya bintang terdingin di jagat raya, tetapi juga adanya bintang-bintang yang letaknya relatif dekat dengan Tata Surya, hanya berjarak sekitar 9-40 tahun cahaya saja.
Katai Y yang terdekat dengan Tata Surya adalah WISE 1541-2250 yang berjarak 9 tahun cahaya. Bintang ini menjadi bintang ketujuh terdekat dengan Tata Surya. Bintang yang terdekat dengan Tata Surya sendiri adalah Prima Centauri, hanya berjarak 4 tahun cahaya.
Michael Cushing dari Jet Propulsion Laboratory NASA, penulis utama paper katai Y di Astrophysical Journal mengatakan, "Menemukan katai Y di dekat Matahari kita seperti menemukan rumah tersembunyi di blok tempat Anda tinggal."
Cushing menambahkan, dengan WISE, astronom bisa menemukan lebih banyak lagi katai Y. Nantinya, mungkin bisa ditemukan katai Y yang letaknya jauh lebih dekat dari bintang terdekat dengan Tata Surya.
Untuk menemukan katai Y, astronom selain menggunakan WISE juga memakai Spitzer Space Telescope yang menyeleksi lagi kandidat katai Y yang ditemukan.
Astronom juga menggunakan Hubble Space Telescope. Katai Y diidentifikasi berdasarkan karakteristik spektralnya, menunjukkan bahwa temperaturnya lebih rendah dari katai coklat lain.
Sumber :
kompas.com
READ MORE
Kini, dengan peralatan yang sama, yakni Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA, astronom berhasil menemukan bintang yang lebih dingin dari sebelumnya, disebut WISE 1828+2650.
WISE 1828+2650 ditemukan dalam pengamatan yang berlangsung Januari 2010 - Februari 2011. Lebih spesifik, katai coklat tersebut termasuk dalam famili katai Y. Temperatur atmosfer katai coklat ini lebih dingin dari temperatur ruangan Bumi, yang berarti kurang dari 25 derajat Celsius.
"Katai coklat yang ditemukan lewat penelitian ini lebih mirip dengan suhu oven Anda," kata Davy Kirkpatrick, salah satu ilmuwan yang bekerja dengan WISE di Infrared Processing and Analysis Center di California Institute of Technology, Pasadena, Amerika Serikat.
Penemuan katai coklat ini akan sangat membantu para astronom mempelajari bagaimana bintang terbentuk dan atmosfer di planet di luar Tata Surya. Atmosfer katai coklat menyerupai Jupiter namun lebih mudah dipelajari karena terdapat sendirian di antariksa, terpisah dari bintang induknya.
Bersama penemuan bintang terdingin ini, ilmuwan juga mengatakan bahwa ada 99 katai coklat lain yang ditemukan. Penemuan katai coklat secara keseluruhan dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series. Sementara penemuan Katai Y dipublikasikan di Astrophysical Journal baru-baru ini.
Hal yang menarik dari penemuan ini bukan hanya adanya bintang terdingin di jagat raya, tetapi juga adanya bintang-bintang yang letaknya relatif dekat dengan Tata Surya, hanya berjarak sekitar 9-40 tahun cahaya saja.
Katai Y yang terdekat dengan Tata Surya adalah WISE 1541-2250 yang berjarak 9 tahun cahaya. Bintang ini menjadi bintang ketujuh terdekat dengan Tata Surya. Bintang yang terdekat dengan Tata Surya sendiri adalah Prima Centauri, hanya berjarak 4 tahun cahaya.
Michael Cushing dari Jet Propulsion Laboratory NASA, penulis utama paper katai Y di Astrophysical Journal mengatakan, "Menemukan katai Y di dekat Matahari kita seperti menemukan rumah tersembunyi di blok tempat Anda tinggal."
Cushing menambahkan, dengan WISE, astronom bisa menemukan lebih banyak lagi katai Y. Nantinya, mungkin bisa ditemukan katai Y yang letaknya jauh lebih dekat dari bintang terdekat dengan Tata Surya.
Untuk menemukan katai Y, astronom selain menggunakan WISE juga memakai Spitzer Space Telescope yang menyeleksi lagi kandidat katai Y yang ditemukan.
Astronom juga menggunakan Hubble Space Telescope. Katai Y diidentifikasi berdasarkan karakteristik spektralnya, menunjukkan bahwa temperaturnya lebih rendah dari katai coklat lain.
Sumber :
kompas.com
Hujan di Titan 1000 Tahun Sekali
13end | Sabtu, April 21, 2012 |
misteri luar angkasa
Titan dalam mitologi Yunani adalah para penguasa bumi sebelum para dewa Olimpus. Pemimpin mereka bernama Kronos yang nantinya akan digulingkan oleh Zeus. Ke-12 Titan adalah anak dari Uranus dewa langit dan Gaia dewi bumi.
Nah, yang kita bicarakan sekarang bukan Titan sebagai mitos, tetapi Titan asli. Yakni bulan terbesar di Planet Saturnus.
Banyak pendapat menyebut kalau Titan memiliki jutaan kubik air, sehingga jadi harapan menjadi “Bumi ke-2”. Penelitian pun dengan gencar menyelidiki Titan lebih intensif lagi.
Rupanya angan-angan menjadikan Titan tempat tinggal baru bagi umat manusia harus “menelan kopi pahit”. Pihak NASA menyimpulkan, memang benar Titan seperti bumi yaitu memiliki cairan di atmosfer yang bisa menimbulkan hujan ke atas permukaan planetnya.
Tapi di Titan bukan hujan air, melainkan hujan metana. Hujan tersebut pun hanya datang sekali dalam 1000 tahun. Temuan ini disajikan oleh Dr. Ralph Lorenz saat konferensi Bulan dan Planet di the Lunar and Planetary Science Conference (LPSC), Texas.
“Titan sangat menarik, punya analogi yang sama tetapi berbeda dengan bumi. Angin dan hujan memahat permukaan, menghasilkan saluran sungai, danau, bukit pasir dan garis pantai,” jelas Dr. Ralph.
Tapi di Titan, hidrokarbon cair mengambil tempat air. Dengan hujan metana, maka suhunya mencapai 179 derajat Celcius. Perhitungan ini didasarkan pada temuan badai hujan yang terjadi pada tahun 2004 dan 2010 di Titan – pada dua tempat yang berbeda.
"Anda membutuhkan waktu berabad-abad untuk menunggu datangnya hujan di Titan. Saat itu terjadi, hujan (metana) yang turun curahnya bisa puluhan sentimeter bahkan meter tingginya,” urai Dr. Ralph lebih lanjut.
Artinya, kalau kamu termasuk pemerhati Alien atau ingin mencari “bumi lain” di sistem tata surya maka harus bersabar dan terus mencari. Sementara, kita nikmati dan jagalah bumi. Karena hanya bumi saja yang dibuat Tuhan untuk umat manusia.
Sumber:
http://www.bbc.co.uk
READ MORE
Nah, yang kita bicarakan sekarang bukan Titan sebagai mitos, tetapi Titan asli. Yakni bulan terbesar di Planet Saturnus.
Banyak pendapat menyebut kalau Titan memiliki jutaan kubik air, sehingga jadi harapan menjadi “Bumi ke-2”. Penelitian pun dengan gencar menyelidiki Titan lebih intensif lagi.
Rupanya angan-angan menjadikan Titan tempat tinggal baru bagi umat manusia harus “menelan kopi pahit”. Pihak NASA menyimpulkan, memang benar Titan seperti bumi yaitu memiliki cairan di atmosfer yang bisa menimbulkan hujan ke atas permukaan planetnya.
Tapi di Titan bukan hujan air, melainkan hujan metana. Hujan tersebut pun hanya datang sekali dalam 1000 tahun. Temuan ini disajikan oleh Dr. Ralph Lorenz saat konferensi Bulan dan Planet di the Lunar and Planetary Science Conference (LPSC), Texas.
“Titan sangat menarik, punya analogi yang sama tetapi berbeda dengan bumi. Angin dan hujan memahat permukaan, menghasilkan saluran sungai, danau, bukit pasir dan garis pantai,” jelas Dr. Ralph.
Tapi di Titan, hidrokarbon cair mengambil tempat air. Dengan hujan metana, maka suhunya mencapai 179 derajat Celcius. Perhitungan ini didasarkan pada temuan badai hujan yang terjadi pada tahun 2004 dan 2010 di Titan – pada dua tempat yang berbeda.
"Anda membutuhkan waktu berabad-abad untuk menunggu datangnya hujan di Titan. Saat itu terjadi, hujan (metana) yang turun curahnya bisa puluhan sentimeter bahkan meter tingginya,” urai Dr. Ralph lebih lanjut.
Artinya, kalau kamu termasuk pemerhati Alien atau ingin mencari “bumi lain” di sistem tata surya maka harus bersabar dan terus mencari. Sementara, kita nikmati dan jagalah bumi. Karena hanya bumi saja yang dibuat Tuhan untuk umat manusia.
Sumber:
http://www.bbc.co.uk
Mau Mencari Keberadaan UFO? Lihat Ini
13end | Sabtu, April 21, 2012 |
misteri luar angkasa
SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) mengajak kita ikut mencari alien. Buka saja situsnya kalau berminat.
Berdasarkan pengumuman pada konferensi tentang teknologi, hiburan dan desain atau TED di Los Angeles, website itu akan menyiarkan frekuensi radio yang ditransmisikan dari teleskop Seti. Seti adalah akronim dari Search for Extraterrestrial Intelligence yang berarti pencarian mahluk cerdas dari luar angkasa.
Data dari teleskop itu diharapkan dapat memberikan petunjuk-petunjuk baru mengenai kehidupan di luar bumi.
Seti adalah tahap terbaru dalam upaya "memberdayakan mahluk bumi di mana saja untuk aktif berpartisipasi dalam pencarian teman satu semesta."
Proyek tersebut dijalankan oleh Dr Jillian Tarter, pemenang TED Prize 2009 dan direktur dari Pusat Penelitian Seti.
Ia berharap Seti akan membantu komunitas ilmuan dan ahli teknologi yang sudah lebih dulu terjun dalam riset ini.
"Ada frekuensi yang kini diabaikan oleh sistem deteksi sinyal otomatis kami karena jumlah sinyalnya terlalu banyak," kata Tarter.
"Sebagian besar diciptakan oleh teknologi komunikasi dan hiburan di bumi tetapi dibalik suara-suara ini mungkin ada sinyal dari teknologi yang berasal dari kejauhan bumi.
Mengajak publik ikut terlibat
"Saya berharap ada sepasukan sukarelawan yang dapat membantu kami mempelajari frekuensi-frekuensi yang membingungkan mesin-mesin kami. Dengan cara ini kami akan memiliki kesempatan untuk menindaklanjuti segera apa pun yang ditemukan oleh para sukarelawan."
Institut Seti dalam beberapa tahun terakhir berjuang untuk bertahan dengan mengandalkan sumbangan dari masyarakat. Beberapa diantaranya berasal dari mantan astronot Bill Anders, penulis fiksi sains Larry Niven dan aktris Hollywood Jodie Foster.
Memberdayakan publik untuk mengumpulkan data selama ini merupakan metode yang berguna bagi para ilmuan di berbagai disiplin ilmu.
Turut berkolaborasi di proyek Seti adalah Zooniverse, rumah bagi sejumlah proyek sains publik terbesar dan tersukses di internet.
"Selama beberapa tahun terakhir, kami menerima respon dari ratusan ribu orang untuk ambil bagian dalam riset sains karena mereka menggunakan Zooniverse untuk mengklasifikasi galaksi, mengeksplorasi bulan dan bahkan menemukan planet," kata Chris Lintott, penyidik senior Zooniverse.
"Dengan Setilive.org, kami sangat senang bisa mengundang mereka ke petualangan besar ini."
Nah, ada yang mau ikutan jadi sukarelawan? Silahkan buka situsnya: setilive.org
Sumber:
http://www.bbc.co.uk
READ MORE
Berdasarkan pengumuman pada konferensi tentang teknologi, hiburan dan desain atau TED di Los Angeles, website itu akan menyiarkan frekuensi radio yang ditransmisikan dari teleskop Seti. Seti adalah akronim dari Search for Extraterrestrial Intelligence yang berarti pencarian mahluk cerdas dari luar angkasa.
Data dari teleskop itu diharapkan dapat memberikan petunjuk-petunjuk baru mengenai kehidupan di luar bumi.
Seti adalah tahap terbaru dalam upaya "memberdayakan mahluk bumi di mana saja untuk aktif berpartisipasi dalam pencarian teman satu semesta."
Proyek tersebut dijalankan oleh Dr Jillian Tarter, pemenang TED Prize 2009 dan direktur dari Pusat Penelitian Seti.
Ia berharap Seti akan membantu komunitas ilmuan dan ahli teknologi yang sudah lebih dulu terjun dalam riset ini.
"Ada frekuensi yang kini diabaikan oleh sistem deteksi sinyal otomatis kami karena jumlah sinyalnya terlalu banyak," kata Tarter.
"Sebagian besar diciptakan oleh teknologi komunikasi dan hiburan di bumi tetapi dibalik suara-suara ini mungkin ada sinyal dari teknologi yang berasal dari kejauhan bumi.
Mengajak publik ikut terlibat
"Saya berharap ada sepasukan sukarelawan yang dapat membantu kami mempelajari frekuensi-frekuensi yang membingungkan mesin-mesin kami. Dengan cara ini kami akan memiliki kesempatan untuk menindaklanjuti segera apa pun yang ditemukan oleh para sukarelawan."
Institut Seti dalam beberapa tahun terakhir berjuang untuk bertahan dengan mengandalkan sumbangan dari masyarakat. Beberapa diantaranya berasal dari mantan astronot Bill Anders, penulis fiksi sains Larry Niven dan aktris Hollywood Jodie Foster.
Memberdayakan publik untuk mengumpulkan data selama ini merupakan metode yang berguna bagi para ilmuan di berbagai disiplin ilmu.
Turut berkolaborasi di proyek Seti adalah Zooniverse, rumah bagi sejumlah proyek sains publik terbesar dan tersukses di internet.
"Selama beberapa tahun terakhir, kami menerima respon dari ratusan ribu orang untuk ambil bagian dalam riset sains karena mereka menggunakan Zooniverse untuk mengklasifikasi galaksi, mengeksplorasi bulan dan bahkan menemukan planet," kata Chris Lintott, penyidik senior Zooniverse.
"Dengan Setilive.org, kami sangat senang bisa mengundang mereka ke petualangan besar ini."
Nah, ada yang mau ikutan jadi sukarelawan? Silahkan buka situsnya: setilive.org
Sumber:
http://www.bbc.co.uk
Misteri Penemuan Logam Aneh yang Diduga Sebagai Alat Pendaratan UFO
13end | Jumat, April 20, 2012 |
misteri
,
misteri luar angkasa
Pada tahun 1974, di Rumania, 2 kilometer sebelah timur Aiud, sekelompok pekerja di tepi sungai Mures, menemukan tiga benda terkubur di pasir, di sebuah parit sekitar 10 meter dalamnya.
Dua dari objek, dibuktikan sebagai tulang Mastodon, berumur beberapa jutaan tahun, antara periode Miosen dan Pleistosen.
Objek ketiga, blok logam yang memiliki kemiripan dengan kepala palu, dikirim untuk diteliti di lembaga arkeologi Cluj-Napoca.
Setelah diperiksa, obyek ini mempunyai ukuran panjang 20,2 cm, lebar 12,5 cm dan tinggi 7 cm. Dan saat itu juga langsung menyulut perdebatan dalam komunitas ilmiah.
Florin Gheorghita, memiliki kesempatan untuk memeriksa laporan, dan analisis dilakukan di bawah arahan Dr.Niederkorn lembaga untuk studi logam dan mineral non-logam (ICPMMN), terletak di Magurele, Rumania, menekankan bahwa benda ini terdiri dari paduan logam yang sangat kompleks.
Gheorghita menegaskan bahwa benda ini terdiri dari paduan 12 elemen yang berbeda, yang telah berhasil dianalisa persentase volumetriknya, yaitu terdiri dari aluminium (89%), tembaga (6,2%), silikon (2,84%), seng (1,81%), timbal (0,41%), tambak (0,33%), zirkonium (0,2 %), kadmium (0,11%), nikel (0,0024%), kobalt (0,0023%), bismut (0,0003%), perak (0,0002%), dan gallium (dalam jumlah jejak) .
Mircea Aries dan Petrus Lab, dua wartawan dan peneliti Rumania, menegaskan bahwa hasil yang sama diperoleh di lembaga penelitian di Lausanne, Swiss.
Fakta bahwa benda logam aneh ini ditemukan bersama-sama dengan fosil yang sangat kuno (tulang mastodon) menyebabkan orang bertanya-tanya dan menimbulkan banyak keanehan.
Aluminium, hanya bisa dihasilkan di lab dan tidak ditemukan bebas di alam, tapi dikombinasikan dengan mineral lain dan hanya dalam 100 tahun terakhir atau lebih, manusia baru bisa memiliki teknologi untuk membuat aluminium.
Selain itu, benda berbentuk "kaki" aneh ini ditutupi dengan lapisan oksida lebih dari satu milimeter, yang menguatkan dugaan bahwa usia benda ini setidaknya ratusan tahun
Para ilmuwan Rumania mulai membentuk beberapa hipotesis.
Ada satu yang tampaknya lebih menarik daripada yang lain. Seorang insinyur aeronautika, memperkirakan bahwa benda itu mirip dengan kaki sebuah perangkat pendaratan semacam kendaraan terbang, dengan dimensi lebih kecil seperti modul lunar atau probe Viking.
Dalam konfirmasi untuk mendukung teori ini di luar bentuk objek, adalah dua lubang oval, dan goresan di dalamnya di bagian belakang dan sudut, seperti komposisi bahan yang sama, serta komposisi dari aluminium ringan.
Peneliti lain menegaskan bahwa kemungkinan benda itu dibuat di Bumi dan merupakan bagian dari alat.yang kegunaannya belum diketahui.
Sumber :
danish56.blogspot.com
READ MORE
Dua dari objek, dibuktikan sebagai tulang Mastodon, berumur beberapa jutaan tahun, antara periode Miosen dan Pleistosen.
Objek ketiga, blok logam yang memiliki kemiripan dengan kepala palu, dikirim untuk diteliti di lembaga arkeologi Cluj-Napoca.
Setelah diperiksa, obyek ini mempunyai ukuran panjang 20,2 cm, lebar 12,5 cm dan tinggi 7 cm. Dan saat itu juga langsung menyulut perdebatan dalam komunitas ilmiah.


Mircea Aries dan Petrus Lab, dua wartawan dan peneliti Rumania, menegaskan bahwa hasil yang sama diperoleh di lembaga penelitian di Lausanne, Swiss.
Fakta bahwa benda logam aneh ini ditemukan bersama-sama dengan fosil yang sangat kuno (tulang mastodon) menyebabkan orang bertanya-tanya dan menimbulkan banyak keanehan.
Aluminium, hanya bisa dihasilkan di lab dan tidak ditemukan bebas di alam, tapi dikombinasikan dengan mineral lain dan hanya dalam 100 tahun terakhir atau lebih, manusia baru bisa memiliki teknologi untuk membuat aluminium.
Selain itu, benda berbentuk "kaki" aneh ini ditutupi dengan lapisan oksida lebih dari satu milimeter, yang menguatkan dugaan bahwa usia benda ini setidaknya ratusan tahun
Para ilmuwan Rumania mulai membentuk beberapa hipotesis.
Ada satu yang tampaknya lebih menarik daripada yang lain. Seorang insinyur aeronautika, memperkirakan bahwa benda itu mirip dengan kaki sebuah perangkat pendaratan semacam kendaraan terbang, dengan dimensi lebih kecil seperti modul lunar atau probe Viking.

Peneliti lain menegaskan bahwa kemungkinan benda itu dibuat di Bumi dan merupakan bagian dari alat.yang kegunaannya belum diketahui.
Sumber :
danish56.blogspot.com
Jasad Alien di Siberia Gemparkan Dunia Maya
13end | Minggu, April 15, 2012 |
misteri luar angkasa

Kawasan tersebut memang dikenal dengan banyak penampakan UFO. Rekaman video jasad makhluk asing tersebut langsung menjadi hit di dunia maya dan diakses ratusan ribu orang setelah diunggah di internet.
Jasad makhluk yang sudah rusak dan mirip dengan ET (extra-terrestrial) tersebut tingginya 60 sentimeter.
Sebagian kaki kanannya menghilang. Ada lubang-lubang dalam di kepala yang berbentuk tengkorak di bagian mata dan mulut.
Para penggemar UFO yakin bahwa jasad tersebut mungkin saja ditinggalkan oleh makhluk asing yang datang ke Bumi setelah sebuah kecelakaan, atau terlewatkan dari pengamatan para pakar alien militer Rusia yang membersihkan lokasi setelah kecelakaan piring terbang.
Kawasan tersebut memang akrab dengan UFO. Tiap tahunnya, dilaporkan ada puluhan penampakan.
Peristiwa itu terjadi setelah muncul laporan UFO yang menukik ke Bumi di kawasan Irkutsk, di Siberia, satu bulan yang lalu.
"Waktu kami lihat, kami tak bisa percaya. Yang menakutkan adalah, tidak ada tanda-tanda pesawat luar angkasa. Mungkin (pesawatnya) sudah diambil dan jasadnya ditinggal," kata Igor Molovic, salah satu dari dua orang yang mengunggah rekaman video tersebut.
Hanya beberapa hari setelah diunggah, klip tersebut telah disaksikan nyaris 700.000 orang.
Orang-orang yang sinis dengan UFO mengatakan bahwa video itu adalah video palsu yang menggunakan model yang dipasang secara berhati-hati untuk menjadi alien.
Tapi, seorang penggemar UFO tak terima dan menulis, "Bodoh sekali karena orang-orang selalu senang punya alasan meneriakkan, ‘Palsu! Palsu!’ tiap kali ada hal aneh yang muncul. Kecuali ada bukti yang menyatakan sebaliknya, hal ini masuk akal."
"Kalau ini palsu, maka mereka pasti ahli boneka. Menurut saya (alien) itu asli, satu dari segelintir yang asli. Video yang hebat," kata seorang penggemar lainnya.
Awal Maret lalu, para pengendali lalu lintas udara di Siberia mengklaim bahwa mereka mendapat sinyal dari UFO berkecepatan tinggi dengan penumpang alien bersuara seperti wanita yang berbicara dengan bahasa "seperti kucing."
Objek misterius tersebut tiba-tiba muncul di monitor penerbangan di atas kawasan ibu kota berlian terpencil Rusia, Yakutsk.
Objek tersebut terbang dengan kecepatan agak di atas 9.656 kilometer per jam dan dengan cepat mengubah arah di langit pagi hari.
UFO tersebut terdeteksi pada ketinggian 19.780 meter di atas permukaan laut dan tampaknya mengganggu frekuensi penerbangan.
Radar menunjukkan pergerakan cepat UFO di angkasa, sementara pesawat-pesawat lain bergerak dengan jauh lebih lambat.
"Saya terus mendengar suara wanita, seolah dia mengucap meong, meong sepanjang waktu," kat aseorang petugas pengendali lalu lintas udara.
Monitor kendali lalu lintas udara secara otomatis mengidentifikasi UFO itu dengan nomor 00000 karena UFO itu tidak punya nomor penerbangan.
Ada Gambar Gajah di Planet Mars
13end | Sabtu, April 14, 2012 |
misteri luar angkasa
Baru-baru ini Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) menangkap penampakan gajah di permukaan "planet merah". Gambar tersebut hasil jepretan High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) yang ada di pesawat luar angkasa Mars Reconnaissance Orbiter.
Terlihat jelas dahi, mata, juga belalai gajah (lihat gambar di bawah ini).

Apakah gambar ini hasil karya alien? Tentu tidak. Seperti dimuat situs sains, SPACE.com, penampakan tersebut terjadi akibat banjir lava yang mengering di permukaan Mars.
Peristiwa ini disebut paraeidolia (fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak). Jadi, kita seolah-olah melihat gambar mirip sesuatu seperti contohnya: melihat gambar wajah di awan, di bulan, dan sebagainya.
"Ini adalah contoh terbaik dari fenomena 'pareidolia', di mana kita melihat sesuatu penampakan, misalnya binatang, yang sesungguhnya tak ada," kata ahli geologi planet dari University of Arizona, Alfred McEwen dalam situs HiRISE.
Seperti nampak di foto, ilusi "gajah Mars" terjadi di kawasan yang disebut Elysium Planitia, di mana banjir lava termuda terjadi di planet tetangga Bumi itu.
Namun, para ilmuwan belum bisa memastikan, apakah aliran lava di Mars mengendap dengan cepat atau membutuhkan waktu lebih lama, seperti halnya di Bumi, di mana lava membutuhkan waktu tahunan, bahkan sampai puluhan tahun untuk mengendap.
"Itu mungkin yang terjadi pada lava di Mars," kata McEwen. Aliran lava bisa bergerak perlahan, tetapi sebaliknya, ada bukti yang menyatakan lava ini dapat mengalir dengan cepat.
Penampakan penyebab debat
Fenomena serupa pernah terjadi beberapa kali dan tentunya jadi penyebab perdebatan penikmat astronomi, pecinta teori konspirasi, dan penggila UFO.
1. Gandhi di Mars
Juni 2011 silam, terlihat penampakan wajah Mahatma Gandhi di Mars. Penampakan itu ditemukan pengguna Google Mars asal Italia, Matteo Ianneo menggunakan Google Mars (layanan pemetaan online milik Google, yang menampilkan foto-foto satelit pada planet Mars telah beroperasi).

Untuk mengetahui secara pasti apa yang dilihat oleh Ianneo, Jonathan Hill, peneliti asal Arizona State University Mars Space Flight Facility yang memiliki dan mengoperasikan database foto-foto Mars serupa dengan yang dimiliki Google, melacak foto yang dipakai Google untuk menggambarkan kawasan tersebut.
“Dari gambar, kita bisa melihat bahwa kontur itu merupakan lubang, bukan bukit seperti yang tampak di gambar Google Mars,” kata Hill.
2. Wajah manusia di Mars
Satelit Viking 1 milik Amerika Serikat pada 25 Juli 1976 melihat penampakan wajah manusia, dan sungguh mirip. Lengkap terlihat mata, hidung dan mulut.

Padahal, Badan Antariksa AS, NASA telah menjelaskan fenomena tersebut, pada 31 Juli 1976. Dijelaskan NASA dalam rilisnya, 'wajah Mars' itu adalah mesa -- formasi batu curam dengan puncak yang relatif rata.
"Gambar ini menunjukkan mesa yang tererosi yang bentuknya menyerupai kepala manusia -- menunjukkan ilusi seperti mata, hidung dan mulut," demikian isi rilis NASA ke media saat itu.
READ MORE
Terlihat jelas dahi, mata, juga belalai gajah (lihat gambar di bawah ini).

Apakah gambar ini hasil karya alien? Tentu tidak. Seperti dimuat situs sains, SPACE.com, penampakan tersebut terjadi akibat banjir lava yang mengering di permukaan Mars.
Peristiwa ini disebut paraeidolia (fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak). Jadi, kita seolah-olah melihat gambar mirip sesuatu seperti contohnya: melihat gambar wajah di awan, di bulan, dan sebagainya.
"Ini adalah contoh terbaik dari fenomena 'pareidolia', di mana kita melihat sesuatu penampakan, misalnya binatang, yang sesungguhnya tak ada," kata ahli geologi planet dari University of Arizona, Alfred McEwen dalam situs HiRISE.
Seperti nampak di foto, ilusi "gajah Mars" terjadi di kawasan yang disebut Elysium Planitia, di mana banjir lava termuda terjadi di planet tetangga Bumi itu.
Namun, para ilmuwan belum bisa memastikan, apakah aliran lava di Mars mengendap dengan cepat atau membutuhkan waktu lebih lama, seperti halnya di Bumi, di mana lava membutuhkan waktu tahunan, bahkan sampai puluhan tahun untuk mengendap.
"Itu mungkin yang terjadi pada lava di Mars," kata McEwen. Aliran lava bisa bergerak perlahan, tetapi sebaliknya, ada bukti yang menyatakan lava ini dapat mengalir dengan cepat.
Penampakan penyebab debat
Fenomena serupa pernah terjadi beberapa kali dan tentunya jadi penyebab perdebatan penikmat astronomi, pecinta teori konspirasi, dan penggila UFO.
1. Gandhi di Mars
Juni 2011 silam, terlihat penampakan wajah Mahatma Gandhi di Mars. Penampakan itu ditemukan pengguna Google Mars asal Italia, Matteo Ianneo menggunakan Google Mars (layanan pemetaan online milik Google, yang menampilkan foto-foto satelit pada planet Mars telah beroperasi).

Untuk mengetahui secara pasti apa yang dilihat oleh Ianneo, Jonathan Hill, peneliti asal Arizona State University Mars Space Flight Facility yang memiliki dan mengoperasikan database foto-foto Mars serupa dengan yang dimiliki Google, melacak foto yang dipakai Google untuk menggambarkan kawasan tersebut.
“Dari gambar, kita bisa melihat bahwa kontur itu merupakan lubang, bukan bukit seperti yang tampak di gambar Google Mars,” kata Hill.
2. Wajah manusia di Mars
Satelit Viking 1 milik Amerika Serikat pada 25 Juli 1976 melihat penampakan wajah manusia, dan sungguh mirip. Lengkap terlihat mata, hidung dan mulut.

Padahal, Badan Antariksa AS, NASA telah menjelaskan fenomena tersebut, pada 31 Juli 1976. Dijelaskan NASA dalam rilisnya, 'wajah Mars' itu adalah mesa -- formasi batu curam dengan puncak yang relatif rata.
"Gambar ini menunjukkan mesa yang tererosi yang bentuknya menyerupai kepala manusia -- menunjukkan ilusi seperti mata, hidung dan mulut," demikian isi rilis NASA ke media saat itu.
15 Planet Baru Sebesar Jupiter diTemukan
Jund Tertunduk | Selasa, Maret 27, 2012 |
misteri luar angkasa
Seorang astronom telah menemukan 18 planet asing baru yang mengorbit sebuah bintang raksasa yang sekarat di luar tata surya kita. Ini adalah sebuah temuan yang bisa membantu para ilmuwan lebih memahami asal-usul matahari kita dan planet-planet yang mengorbitnya.

jupiter size planet ke-18 planet yang ditemukan profesor john johnson dan timnya, semuanya seukuran jupiter
Profesor John Johnson dari Institut Teknologi California bersama tim astronomnya, menghabiskan hampir 10 tahun memperhatikan 300 solar sistem, mencari asal usul penyebab getaran yang disebabkan oleh tarikan gravitasi dari planet-planet.
Ini adalah proyek yang telah lama dikejar oleh Profesor Johnson setelah ia lulus sebagai mahasiswa pascasarjana di University of California, Berkley.
“Saya menyamakannya dengan sebuah taman. Anda menanam benih dan bekerja keras untuk mengurusnya. Kemudian, satu dekade ini, kebun anda menjadi besar dan berkembang. Itulah tempat saya sekarang. Kebun saya penuh dengan tomat lezat yang besar dan terang, seukuran planet Jupiter,” tuturnya yang dikutip Mail Online.
Profesor Johnson menggunakan teleskop kuat di W.M. Keck Observatory, 13.000 kaki (3.965m) di dekat puncak Mauna Kea di Hawaii.
Dia memfokuskan diri pada bintang yang lebih dari satu setengah kali lebih besar dari matahari.
Planet-planet raksasa ini semuanya dari gas dan seukuran Jupiter. Tapi mungkin bagian yang paling luar biasa dari penemuan ini adalah jarak planet-planet ini dengan bintang mereka rata-rata hanya sekitar 27 juta mil, atau 30 persen lebih dekat dari jarak matahari ke bumi.
WM Keck Observatory

wm keck observatory di hawaii, tempat para astronom menemukan planet-planet tersebut
Jika sebuah planet gas besar seperti Jupiter mendekati matahari kita, para ilmuwan percaya planet itu akan tersedot dan dimusnahkan dalam sebuah ledakan api besar. Inilah yang membuat profesor Johnson dan peneliti lain mencoba mencari tahu, mengapa hal ini tidak terjadi dengan ke-18 planet gas yang mengorbit begitu dekat dengan bintangnya.
Selain itu, planet-planet tersebut tampaknya bergerak dalam pola lingkaran sederhana di sekitar bintang raksasa mereka, sedangkan planet-planet di tata surya kita mempunyai orbit elips yang luas.
Karakteristik unik telah menyebabkan Profesor Johnson untuk menyimpulkan planet-planet ini tampaknya terbentuk dari partikel kecil yang menumpuk gas dan debu pada cakram yang mengelilingi sebuah bintang yang baru lahir. Hal ini meningkatkan pemahaman tentang bagaimana planet (termasuk bumi) diciptakan.
sumber: http://hajingfai.blogspot.com/
jupiter size planet ke-18 planet yang ditemukan profesor john johnson dan timnya, semuanya seukuran jupiter
Profesor John Johnson dari Institut Teknologi California bersama tim astronomnya, menghabiskan hampir 10 tahun memperhatikan 300 solar sistem, mencari asal usul penyebab getaran yang disebabkan oleh tarikan gravitasi dari planet-planet.
Ini adalah proyek yang telah lama dikejar oleh Profesor Johnson setelah ia lulus sebagai mahasiswa pascasarjana di University of California, Berkley.
“Saya menyamakannya dengan sebuah taman. Anda menanam benih dan bekerja keras untuk mengurusnya. Kemudian, satu dekade ini, kebun anda menjadi besar dan berkembang. Itulah tempat saya sekarang. Kebun saya penuh dengan tomat lezat yang besar dan terang, seukuran planet Jupiter,” tuturnya yang dikutip Mail Online.
Profesor Johnson menggunakan teleskop kuat di W.M. Keck Observatory, 13.000 kaki (3.965m) di dekat puncak Mauna Kea di Hawaii.
Dia memfokuskan diri pada bintang yang lebih dari satu setengah kali lebih besar dari matahari.
Planet-planet raksasa ini semuanya dari gas dan seukuran Jupiter. Tapi mungkin bagian yang paling luar biasa dari penemuan ini adalah jarak planet-planet ini dengan bintang mereka rata-rata hanya sekitar 27 juta mil, atau 30 persen lebih dekat dari jarak matahari ke bumi.
WM Keck Observatory
wm keck observatory di hawaii, tempat para astronom menemukan planet-planet tersebut
Jika sebuah planet gas besar seperti Jupiter mendekati matahari kita, para ilmuwan percaya planet itu akan tersedot dan dimusnahkan dalam sebuah ledakan api besar. Inilah yang membuat profesor Johnson dan peneliti lain mencoba mencari tahu, mengapa hal ini tidak terjadi dengan ke-18 planet gas yang mengorbit begitu dekat dengan bintangnya.
Selain itu, planet-planet tersebut tampaknya bergerak dalam pola lingkaran sederhana di sekitar bintang raksasa mereka, sedangkan planet-planet di tata surya kita mempunyai orbit elips yang luas.
Karakteristik unik telah menyebabkan Profesor Johnson untuk menyimpulkan planet-planet ini tampaknya terbentuk dari partikel kecil yang menumpuk gas dan debu pada cakram yang mengelilingi sebuah bintang yang baru lahir. Hal ini meningkatkan pemahaman tentang bagaimana planet (termasuk bumi) diciptakan.
sumber: http://hajingfai.blogspot.com/
Penampakan Langka "Ular Putih" di Mars
Jund Tertunduk | Minggu, Maret 25, 2012 |
misteri luar angkasa
Wahana Mars Reconaissance Orbiter menangkap penampakan "ular putih" pada 16 Februari 2012 yang lalu ketika melintas di wilayah Amazonis Planitia, bagian utara Mars.
Ular putih tersebut diketahui berada pada ketinggian 800 meter dari permukaan Mars. Perkiraan menunjukkan bahwa panjang ular putih itu sekitar 30 meter.
Penampakan Langka Ular Putih
Menurut penjelasan NASA, penampakan ular putih tersebut adalah udara yang berputar dan terlihat karena menarik debu dari permukaan Mars. Debu bisa ditarik karena gravitasi Mars relatif kecil.
Panas Matahari memanaskan permukaan Mars. Udara di sekitar permukaan yang terpanaskan mulai berotasi dan bergerak ke atas. Akhirnya, massa udara itu naik dan membawa debu yang ada di permukaan.
NASA, seperti diberitakan Space, Kamis (8/3/2012), mengungkapkan bahwa bukan Mars saja yang bisa mengalami fenomena serupa. Penampakan yang sama bisa terjadi di Bumi. Angin di Bumi dan Mars sama-sama dipengaruhi oleh panas.
Citra ini adalah yang kesekian kalinya dihasilkan wahana Mars Reconaissance Orbitter. Wahana tersebut diluncurkan pada tahun 2005 dengan tugas meneliti lingkungan purba Mars dan bagaimana proses angin dan hantaman meteorit memengaruhi permukaan Mars saat ini.
Sumber
Ular putih tersebut diketahui berada pada ketinggian 800 meter dari permukaan Mars. Perkiraan menunjukkan bahwa panjang ular putih itu sekitar 30 meter.
Penampakan Langka Ular Putih
Menurut penjelasan NASA, penampakan ular putih tersebut adalah udara yang berputar dan terlihat karena menarik debu dari permukaan Mars. Debu bisa ditarik karena gravitasi Mars relatif kecil.
Panas Matahari memanaskan permukaan Mars. Udara di sekitar permukaan yang terpanaskan mulai berotasi dan bergerak ke atas. Akhirnya, massa udara itu naik dan membawa debu yang ada di permukaan.
NASA, seperti diberitakan Space, Kamis (8/3/2012), mengungkapkan bahwa bukan Mars saja yang bisa mengalami fenomena serupa. Penampakan yang sama bisa terjadi di Bumi. Angin di Bumi dan Mars sama-sama dipengaruhi oleh panas.
Citra ini adalah yang kesekian kalinya dihasilkan wahana Mars Reconaissance Orbitter. Wahana tersebut diluncurkan pada tahun 2005 dengan tugas meneliti lingkungan purba Mars dan bagaimana proses angin dan hantaman meteorit memengaruhi permukaan Mars saat ini.
Sumber
