Jangan Mencelup Kantong Teh Lebih Dari 3 Menit
13end | Minggu, Juni 03, 2012 |
serba-serbi

Teh telah diakui di beberapa negara dunia yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi konsumsi bagi masyarakat, sebagai salah satu minuman sehari - hari yang memberi rasa segar dan nyaman.
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.
Teh dikemas dalam bentuk teh celup juga teh bubuk. Namun, ada yang perlu diperhatikan pada teh celup, yaitu dalam pemakaiannya. Teh celup sebaiknya tidak dicelupkan terlalu lama. Ini berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau.
Ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas, sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Kertas dengan klorin tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya.
Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama.
Jika mencelup kantong teh lebih dari 3 - 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Dan banyak khasiat teh yang tertinggal dalam minuman teh. Agar terhindar dari kemungkinan - kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit.
Siapa bilang pergantian kelamin hanya bisa terjadi pada manusia? Ayam milik pasangan suami istri Jim dan Jeanette Howard yang berasal dari Huntington, Inggris mengalami pergantian kelamin dari betina ke jantan.

Ayam piaraan bernama Gertie itu mulai mondar-mandir di halaman rumah dan berkokok layaknya pejantan. Beberapa minggu kemudian, karakter pejantan mulai tumbuh, seperti pial di dagu, jengger di kepala, serta bulu coklat gelap khas pejantan.
Jim Howard mengatakan pada Cambridge News, "Saya tahu ini kedengarannya aneh, tapi saya bisa memastikan ini semua benar. Orang pikir ini hal yang konyol, tapi ternyata ini adalah benar adanya."
Publikasi Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida tahun 2000 menyatakan, "Perubahan kelamin nyatanya terjadi, meski tak begitu sering. Namun hingga sekarang, belum dijumpai perubahan dari jantan ke betina."
Perubahan kelamin ini bisa dijelaskan dari perkembangan biologis ayam. Pada masa embrionik, terdapat bakal kelamin jantan dan betina. Sekali gen betina dominan, maka ovarium akan berkembang.
Tapi tak seperti manusia, ovarium ayam hanya berkembang di pinggang kiri saja. Sementara, bakal kelamin di pinggang kanan akan mengalami dormansi, tak berkembang menjadi jantan maupun betina. Bagian yang mengalami dormansi disebut ovotestis.
Dalam kondisi tertentu seperti adanya kista, tumor ataupun penyakit kelenjar anak ginjal, ovarium ayam bisa mengalami degenerasi. Saat itulah, ovotestis mungkin tumbuh menjadi organ kelamin jantan.
"Jika bakal kelamin di sebelah kanan berkembang jadi testis, maka akan mensekresikan androgen," kata Mike Hulet, profesor ilmu peternakan di Pennsylvania State University. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik jantan.
"Produksi androgen inilah yang akan menyebabkan perubahan perilaku pada betina dan membuatnya bertingkah layaknya pejantan," ucap Hulet seperti dikutip Life's Little Mysteries.
Namun, ayam tak akan sepenuhnya menjadi jantan. Meski tampak jantan, secara genetik ayam seperti Gertier tetap betina. Jadi, meski tak akan mampu bertelur lagi, ayam yang berganti kelamin juga takkan mampu membuahi betina lain. Akibat pergantian kelamin, Gerte kini berganti nama menjadi Bertie.
READ MORE
Ayam piaraan bernama Gertie itu mulai mondar-mandir di halaman rumah dan berkokok layaknya pejantan. Beberapa minggu kemudian, karakter pejantan mulai tumbuh, seperti pial di dagu, jengger di kepala, serta bulu coklat gelap khas pejantan.
Jim Howard mengatakan pada Cambridge News, "Saya tahu ini kedengarannya aneh, tapi saya bisa memastikan ini semua benar. Orang pikir ini hal yang konyol, tapi ternyata ini adalah benar adanya."
Publikasi Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida tahun 2000 menyatakan, "Perubahan kelamin nyatanya terjadi, meski tak begitu sering. Namun hingga sekarang, belum dijumpai perubahan dari jantan ke betina."
Perubahan kelamin ini bisa dijelaskan dari perkembangan biologis ayam. Pada masa embrionik, terdapat bakal kelamin jantan dan betina. Sekali gen betina dominan, maka ovarium akan berkembang.
Tapi tak seperti manusia, ovarium ayam hanya berkembang di pinggang kiri saja. Sementara, bakal kelamin di pinggang kanan akan mengalami dormansi, tak berkembang menjadi jantan maupun betina. Bagian yang mengalami dormansi disebut ovotestis.
Dalam kondisi tertentu seperti adanya kista, tumor ataupun penyakit kelenjar anak ginjal, ovarium ayam bisa mengalami degenerasi. Saat itulah, ovotestis mungkin tumbuh menjadi organ kelamin jantan.
"Jika bakal kelamin di sebelah kanan berkembang jadi testis, maka akan mensekresikan androgen," kata Mike Hulet, profesor ilmu peternakan di Pennsylvania State University. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik jantan.
"Produksi androgen inilah yang akan menyebabkan perubahan perilaku pada betina dan membuatnya bertingkah layaknya pejantan," ucap Hulet seperti dikutip Life's Little Mysteries.
Namun, ayam tak akan sepenuhnya menjadi jantan. Meski tampak jantan, secara genetik ayam seperti Gertier tetap betina. Jadi, meski tak akan mampu bertelur lagi, ayam yang berganti kelamin juga takkan mampu membuahi betina lain. Akibat pergantian kelamin, Gerte kini berganti nama menjadi Bertie.
Mengenal Kinerja Otak Manusia
13end | Minggu, Juni 03, 2012 |
serba-serbi

Otak manusia tidak akan pernah dapat ditandingi oleh komputer mana pun yang pernah dibuat manusia. Langkah kerja komputer perlu ditentukan (diprogram) terlebih dahulu oleh manusia, sedangkan cara kerja otak manusia ditentukan oleh otak itu sendiri.
Seperti halnya ginjal dan paru-paru, kita memiliki sepasang otak. Kedua bagian otak ini berbeda dari segi ukuran, bentuk, dan fungsi. Otak kiri mengatur kegiatan bagian kanan tubuh, begitu pula sebaliknya. Dahulu, para ahli percaya bahwa pada seorang yang kidal, otak kanannya yang dominan, sebaliknya, seorang yang ber-"tangan kanan" otak kirinya yang dominan. Hanya akhir-akhir ini saja para ahli mengetahui dengan pasti bahwa kedua belah otak manusia sama-sama dominan. Kedua bagian otak itu dapat bekerja sama karena dijembatani oleh sekitar 50 juta sel otak yang membentuk satu berkas yang disebut korpus kalosum.
Otaklah yang mengatur semua kegiatan tubuh manusia. Indra penciuman dan pendengaran maupun indra lainnya tidak akan berfungsi tanpa otak. Sebab sebenarnya kita mencium bau dan mendengar suara dengan otak, bukan dengan alat indra. Alat indra hanya berfungsi sebagai pengumpul data yang kemudian dikirim ke otak untuk diolah di sana. Hasil olahan inilah yang kita ketahui sebagai hasil penciuman, pen-dengaran, sentuhan, penglihatan, dan pengecapan. Otak jugalah yang memberi tahu apakah kita kedinginan, merasakan sakit, haus, dan lapar. Otak jugalah yang menentukan reaksi kita terhadap suatu kejadian.
LEBIH DARI SERIBU MILIAR SATUAN TUGAS
Walaupun tampak seperti benda padat, otak terdiri atas set-set fungsional yang disebut neuron dan set-sel pendukung yang disebut neuroglia. Telah diperkirakan terdapat 100 miliar neuron dan hingga 5 triliun neuroglia dalam otak manusia setelah mencapai usia 18 tahun. Para ilmuwan juga telah memperkirakan bahwa semua sel otak ini terdiri atas sekitar 50 juta jenis yang berbeda. Sewaktu sedang berjalan di jalanan yang becek maka otak akan mengatur gerakan kaki agar hanya berpijak pada bagian yang kering saja. Jika tempat berpijak sangat sempit, otak akan memadukan pergerakan berbagai bagian tubuh agar tetap seimbang. Jika akhirnya terpeleset juga, otaklah yang akan memberi tahu bagian mana dari tubuh yang terkena lumpur dan bagian mana yang lecet.
Neuron memiliki ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi mulai dari yang terpendek sampai yang terpanjang, yaitu yang merentang dari saraf tulang belakang sampai ke jempol kaki yang bisa mencapai sekitar saw meter pada orang dewasa. Neuron sederhana memiliki satu tubuh dan sebuah lengan bercabang dua. Satu cabang berfungsi sebagai penerima arus listrik (dendrit) sedang cabang yang lain berfungsi sebagai pengirim (akson). Neuron jenis lain memiliki satu lengan pengirim dan satu atau lebih lengan penerima. Masing-masing lengan penerima maupun lengan pengirim dapat memiliki percabangan yang sangat rumit.
Agar lebih mudah dibayangkan, man kita lihat saraf tulang belakang yang mengatur otot-otot kaki. Telah dihitung bahwa jika tubuh saraf ini berukuran sama dengan bola tenis maka seluruh percabangan lengan penerimanya akan dapat mengisi penuh ruang tamu berukuran sedang, dan lengan pengirimnya akan dapat mencapai 1,6 kilometer walau garis tengahnya hanya 1,3 sentimeter.
Semua dari keseratus miliar neuron dalam otak tersusun sambung-menyambung melalui persambungan lengannya. Oleh karena setiap neuron dapat membentuk sampai 200.000 sambungan dengan neuron lainnya, bisa dibayangkan betapa rumitnya susunan semua sel otak. Walaupun dikatakan sambung-menyambung akan tetapi sebenarnya dua neuron yang bersambung dipisahkan oleh celah yang lebarnya rata-rata seperlima puluh ribu (0,00002) milimeter. Setiap ujung lengan pengirim memiliki sekitar 300.000 kantong kecil yang disebut vesikel. Masing-masing vesikel ini berisi sekitar 10.000 molekul asetilkolin.
MEMBANGUN JALUR KOMUNIKASI ANTAR-SEL OTAK
Neuron saling berkomunikasi dengan menggunakan arus listrik yang kecepatannya bisa mencapai 360 kilometer per jam. Oleh karena arus listrik ini tidak dapat menyeberangi celah pemisah antar-neuron yang bersambung, pada celah persambungan ini ujung lengan pengirim satu neuron akan "menembakkan" zat kimia yang disebut neurotransmitter (contohnya asetilkolin) ke ujung lengan penerima neuron berikutnya. Zat kimia ini akan merangsang timbulnya arus listrik pada ujung lengan penerima neuron berikut tersebut, yang boleh jadi akan dihantarkan ke neuron selanjutnya atau ke set jenis yang lain. Ujung lengan pengirim satu neuron membutuhkan waktu sekitar 1/2500 detik untuk "mengisi" ulang amunisi kimianya agar dapat menembak kembali.
Jalur hubungan atau sambungan antar-neuron terbentuk sepanjang hidup seseorang sesuai dengan kebiasaan atau pola hidupnya. Kegiatan tertentu dalam bentuk proses berpikir ataupun pergerakan tubuh akan membentuk pola sambung-menyambung yang tertentu pula pada antar-neuron otak. Semakin sering sesuatu kegiatan dilakukan semakin "kuat" pula pola sambung-menyambung antar-neuron yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan demikian, semakin mudah kegiatan tersebut dapat dilakukan karena telah menjadi kebiasaan.
Semakin sering seseorang berlatih melakukan suatu kegiatan fisik misalnya mengemudikan sepeda, akan semakin mahir pula dia. Dengan latihan yang cukup dia akan dapat bersepeda tanpa harus berkonsentrasi penuh. Semakin sering seseorang melakukan kegiatan mental seperti berpikir negatif misalnya, dia akan terbiasa berpikir negatif. Oleh sebab itu biasakan berpikir positif agar terdorong untuk berpikir positif dalam semua keadaan.
Dengan menciptakan lampu yang hanya bisa dipakai sekali, pengguna harus berpikir ulang kapan lampu paling dibutuhkan.
-- Mike ThompsonSaat menyala, lampu tersebut akan menghasilkan warna biru. Lampu menyala saat zat kimia di dalam sebuah tablet dalam lampu itu melepaskan energi. Pelepasan energi bisa terjadi jika lampu mendapat suplai darah.
Thompson, seperti diberitakan Daily Mail, Senin (28/5/2012), menuturkan, tujuan pembuatan lampu bukan untuk mencari sensasi, melainkan menyadarkan pentingnya menghemat energi. Tujuan pembuatan lampu ini, ungkap Thompson, untuk membuat orang bertanya bagaimana jika individu harus membayar dengan dirinya demi mendapatkan daya.
Ia mengaku ingin mengomunikasikan bahwa konsumsi energi terlalu besar akan membahayakan individu, sama halnya ketika manusia kehilangan banyak darah.
"Dengan menciptakan lampu yang hanya bisa dipakai sekali, pengguna harus berpikir ulang kapan lampu paling dibutuhkan, memaksa mereka berpikir seberapa boros mereka dalam menggunakan energi dan betapa berharga energi itu," ujar Thompson dalam situsnya.
Pria Ini Akan Berubah Menjadi Monster Raksasa
13end | Minggu, Juni 03, 2012 |
unik
Sain Mumtaz, (22), yang tinggal di pinggiran Lahore, Pakistan itu, sewaktu kecil didiagnosa mengidap sindrom Proteus, yang membuat beberapa bagian tubuhnya terus menerus tumbuh menjadi besar.
Walau sudah diterima di lingkungan tempat tinggalnya, Sain, kerap kali merasa terasing lantaran memiliki fisik berbeda dengan orang normal.
Namun berkat kasih dan dukungan semangat yang diberikan oleh teman-teman, dan anggota keluarganya, ia kini bertekad untuk keluar dari jurang dan merengkuh kehidupan.
Kini ia tengah mencari pengobatan, yang dapat mengobati dirinya, sehingga ia bisa bertemu dengan wanita impiannya.
"Aku sudah seperti ini sejak lahir. Wajah, lengan, dan kaki, semua berbeda dalam ukuran yang berbeda dengan orang normal," katanya, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (31/5/2012).
"Namun secaramental saya sudah mengerti dan paham atas kondisi ini, begitu juga orang-orang. Dulu orang melarikan diri dari saya. Tapi sekarang mereka memperlakukan saya secara normal dan duduk dan berbicara dengan saya ketika saya keluar. Mereka memanggil saya teman. Suatu hari saya berharap bisa sembuh dan bertemu seorang wanita yang mencintaiku," lanjutnya.
Sain tak pernah mengunjungi dokter sejak ia masih kecil, ketika ia diberitahu, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkannya.
Keluarganya, akan tetapi tidak menyerah, mereka berharap Sain hanya menderita gangguan pertumbuhan berlebih, dan dengan demikian maka akan ada pengobatan yang akan menyembuhkannya.
"Kami ingin menemukan apa yang salah dengan dia, dan apakah sesuatu yang mungkin dilakukan untuk memperbaiki hari-hari hidupnya. Dia memiliki harapan untuk masa depannya, suatu hari ia ingin menjalankan bisnis becak dan menemukan seorang istri," katanya.
